Rabu, 14 Januari 2015

Karena Aku Mencintaimu ( Part 1)

  Ini adalah hari pertama aku menjadi siswi di sekolah ini. Dengan semangat aku menyusuri lorong disekolah ini untuk mencari ruang kelasku.
"Hai Ar, kamu juga diterima di sini?" sebuah suara yang sangat ku kenal mengagetkanku.
"Oh, Aldi? Kamu juga diterima? Aku ga nyangka ternyata kita berdua bisa diterima disini." jawabku.
"Hahaha tentu saja. Kau dikelas apa, Ar?"
"Aku dikelas 10-A, kalau kamu Al?"
"Aku kelas 10-C. Wah ternyata kita ga satu kelas lagi hahaha." jawabnya sambil tertawa.
"Tentu saja, kau kira kita akan terus satu kelas?"
"Ya, siapa tau saja kan." jawabnya sambil tersenyum.
Tanpa terasa kami sudah berada di lantai 3 tempat ruang kelas kami. Ternyata ruang kelasku dan Aldi lumayan jauh.
  Disinilah aku, di ruang kelas 10-A yang sudah mulai terlihat ramai. Aku memilih duduk di barisan depan karena barisan belakang sudah diisi oleh anak laki - laki. Tak lama kemudian seorang guru pria memasuki ruang kelas. Ternyata beliau adalah wali kelasku.

  Sudah 2 bulan aku menjadi murid di sekolah ini. Aku sudah menemukan teman baru namanya, Puspita, Tari dan juga Ema. Mereka bertiga sudah sangat dekat denganku.
  Seperti biasa, jam istirahat akan kuhabiskan untuk bermain dan bercanda dengan mereka.
"Ayo kita ke kantin." ajak Ema.
"Baiklah. Ariani cepat sebelum bel masuk." teriak Tari padaku.
"Iya iya sabar sedikit dong." ucapku agak sedikit kesal.
Kami berempat pergi ke kantin sambil bersendagurau, hingga sebuah suara mengagetkanku.
"Hai, Ar. Kamu mau kemana?"
"Ah Aldi, aku mau ke kantin sama teman - temanku. Kau mau ikut?" tanyaku padanya.
"Ga usah Ar, aku ga pengen ke kantin." jawabnya.
"Kau yakin? Baiklah aku pergi dulu ya, Aldi." ucapku padanya sambil tersenyum.
Aku terus berjalan tanpa menyadari teman-temanku sedang berbisik. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?
"Ciee, siapa itu Ar?" tanya Puspita dengan tiba - tiba.
"Dia itu temanku, aku udah kenal dia sejak SMP. Namanya Aldi."
"Oh teman SMP." ucap Nurma sambil tersenyum penuh arti.
Aku tetap berjalan tanpa mempedulikan teman - temanku yang masih saja membicarakan tentang Aldi.

  Tak kusangka ternyata teman - temanku menyebarkan gosip yang luar biasa. Mereka mengatakan jika aku dan Aldi adalah sepasang kekasih. Astaga, apa salahku hingga mereka membuat gosip seperti itu Tuhan? Mereka benar - benar berlebihan. Apa yang harus kulakukan saat aku bertemu Aldi nanti?
"Kau kenapa Ar? Kenapa bicara sendiri gitu?" tanya seseorang padaku.
Oh tidak, sepertinya aku mengenal pemilik suara itu. Apa yang harus ku lakukan?
"Aldi? Hehehe aku ga apa - apa kok Al." jawabku sambil tersenyum kikuk.
"Baguslah kalau kau ga apa - apa." jawabnya sambil tersenyum seperti biasa.
"Aku... aku pergi dulu ya Al."
Kenapa aku tiba - tiba merasa gugup didepan Aldi? Apa yang terjadi pada diriku?

  Sesampainya dirumah kurebahakan tubuhku berharap semua lelah itu menghilang. Hari ini terasa begitu melelahkan dengan semua gosip yang diciptakan teman - teman tercintaku itu, ditambah rasa gugup yang tiba - tiba muncul saat aku bertemu dengan Aldi. Ku hembuskan nafasku dengan kasar agar rasa lelahku berkurang. Semoga besok lebih baik dari hari ini Tuhan.

  Sepertinya Tuhan belum menjawab doaku semalam, terbukti sekarang aku bertemu dengan Aldi dan temannya.
"Eheemm ciee Aldi sama Ariani." ucap Ari dengan nada menggoda.
"Apa sih kau ini Ri, nyebelin banget."
"Jangan ngambek dong Ar, ntar Aldi ga suka lagi sama kamu."
Astaga, benar - benar menyebalkan Ari ini.
"Jangan dengerin dia, Ar dia kan cuma bercanda." kata Aldi.
Deg
Deg
Deg
Kenapa tiba - tiba jantungku berdetak kencang seperti ini? Perasaan tadi baik - baik saja, kenapa saat bertemu dengan Aldi jadi begini? Sepertinya memang ada yang salah dengan diriku.

  Hari demi hari ku lewati dengan perasaan yang aneh. Setiap kali aku berpapasan dengan Aldi, jantungku akan berdetak kencang dan aku akan menjadi gugup. Saat ku ceritakan hal ini pada Puspita, Tari dan Nurma mereka sepakat mengatakan jika aku mulai menyayangi Aldi. What? Aku menyayangi Aldi? Yang benar saja, dia itu teman SMP ku mana mungkin aku menyayanginya. Itu sungguh tidak mungkin.
"Hai Ariani."
"Hai Al....di." Kenapa aku jadi gugup saat melihat senyumnya? Apa aku benar - benar menyayangi Aldi? Tapi itu tidak mungkin.
 
  Namun sepertinya aku memang mulai menyayangi Aldi. Setiap kali aku bertemu dengannya jantungku selalu berdetak lebih cepat, aku tak bisa mengalihkan pandanganku padanya. Entah sejak kapan aku menyayanginya. Sejak muncul gosip itu? Atau bahkan sejak pertama aku mengenalnya saat SMP? Aku sendiri tidak tahu.

-TBC-

Minggu, 11 Januari 2015

Max Changmin - Because I Couldn't Say I Love You (English lyrics)

Tears keep flowing
I don’t even have the strength to wipe them away now
It seems like your traces will be erased as well
But I probably don’t want that
Which is why I cry again

Because I couldn’t say I love you
Because I don’t have that kind of courage
Because I couldn’t hold onto you, who was leaving
I miss you even more

I keep sighing
Even after time passes, I miss you more
I know I can’t ever see you again
But I’m looking for you among the people in the street

Because I couldn’t say I love you
Because I don’t have that kind of courage
Because I couldn’t hold onto you, who was leaving
I miss you even more

I thought it was all over
That’s what I believed but I guess not
I want to tell you I love you
But you’re not by my side anymore
I yell out that I miss you
But I know I can’t turn things back
So I miss you

Aku Ingin Mencintai dan Melupakanmu dengan Sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Seperti embun hinggap di tepian daun
Dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh

Tapi aku ingin melupakanmu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Seperti mata yang berkedip menyambut pagi
Dan daun jendela yang mengintip matahari

Tapi aku ingin melupakanmu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Seperti waktu yang tak pernah berhenti
Dan senyummu yang mengabadikannya

Tapi aku ingin melupakanmu

Aku ingin melupakanmu dengan sederhana
Sesederhana air mata yang mengalir
Sesederhana genggam tangan yang terlepas

Tapi aku ingin mencintaimu

*itu penggalan puisi dari novel berjudul "Cinta." Karya Bernard Batubara
And don't know why, i love that poem

Dia

Dia adalah orang yang berarti untukku
Selain keluargaku dan sahabatku
Dia ....
Adalah salah satu alasanku untuk menjadi lebih dewasa
Karena dia yang mengajariku bagaimana aku menjadi dewasa
Dia yang selalu menyemangatiku untuk menjadi lebih dewasa
Dia ....
Adalah orang yang mengatakan bahwa aku hebat
Untuknya aku hebat karena aku selalu semangat
Ya, dia satu - satunya orang yang mengatakan hal itu
Dia ....
Adalah orang yang membuat hidupku lebih berwarna
Dengan senyuman
Dengan tawaku
Dengan tangisanku
Semua itu terjadi karena dia
Dia ....
Adalah orang yang selalu menyemangatiku untuk jadi lebih baik
Setiap saat dia mengharapkan aku lebih baik
Ya, dan karenanya aku selalu berusaha lebih baik
Dia ....
Sahabatku sejak lama
Seseorang yang aku sayangi lebih dari sahabat
Namun dia selalu ada untukku
Saat aku butuh semangat
Dia selalu ada untukku
Saat aku memiliki masalah
Dia mendengarkan dan memberiku solusi
Dia ....
Memang orang yang kusayangi
Namun ....
Dia juga sahabat yang selalu menyemangatiku
Sahabat yang selalu mengharapkan aku menjadi lebih dewasa
Dan juga lebih baik
Dia ....
Aku memanggilnya dengan
Misterzet

Sabtu, 10 Januari 2015

You're my BESTFRIEND


Selama 3 bulan aku berpisah denganmu
Selama itu pula aku belajar untuk menghapus perasaanku padamu
Aku rasa aku sudah mampu menghapus perasaan itu
Namun sepertinya aku salah
Karena aku masih saja menyayangimu lebih dari seorang sahabat
Saat kita bertemu kembali, kau mengajakku berbicara
Kau mengucapkan "selamat ulangtahun padaku"
Hal yang telah kau lakukan dihari ulangtahunku akhir tahun lalu
Aku tak pernah menyangka kau akan mengucapkannya lagi
Bagiku ucapanmu dihari ulangtahunku sudah lebih dari cukup
Namun ternyata kau melakukannya
Aku berbohong jika aku bilang "aku tidak bahagia" karena kenyataannya aku sangat bahagia
Kau adalah orang yang berarti untukku
dan saat kau ingat hari terpenting bagiku, aku sangat bahagia
Seiring rasa bahagia itu muncul dibenakku
Muncul pula rasa sayang yang sudah terkubur di hatiku
Rasa itu muncul seiring perlakuan manismu padaku
Sekuat tenaga aku mencoba mempertahankan dinding pemisah diantara kita
Berharap bahwa perasaan sayang itu tidak kembali muncul
Berharap sivap manismu tidak meruntuhkan dinding itu
Ya.... aku harus mempertahankan dinding itu
Agar aku tidak terjebak dalam perasaan itu lagi
Agar aku hanya melihatmu sebagai sahabatku
tidak lebih dari itu
Hanya seorang SAHABAT

Sabtu, 21 Juni 2014

Bestfriend??


Saat orang yang kau sayangi mengatakan "kita akan jadi sahabat selamanya", apa yang akan kau lakukan?
Apakah kau akan tersenyum mendengarnya?
Karena itu berarti kau akan tetap dekat dengannya walau sebagai sahabat?
Atau kau akan sedih dan kecewa?
Karena itu berarti kau tidak akan memilikinya?

Saat "dia", orang yang ku sayangi mengatakan hal itu, bahawa kita hanya akan menjadi sahabat, sejujurnya aku sangat kecewa mendengarnya. Yaa memang hak dia untuk memilih, tapi tidak bisakah dia mengatakan hal itu tanpa menambahkan kata "selamanya"? Itu berarti apapun yang ku lakukan untuknya tak akan berarti apa - apa baginya karena dimatanya aku hanya seorang sahabat.
Namun, disatu sisi aku tetap merasa bahagia karena dengan bersahabat dengannya setidaknya aku akan tetap bisa berada disisinya. Ya meski hanya sebagai sahabat....

Tapi, bukankah kebersamaan bersama sahabat lebih terasa indah daripada kebersamaan sebagai kekasih? Setidaknya dengan sebagai sahabat aku bisa bercerita segala hal dengannya meski tetap saja selalu terlintas harapan bahwa dia akan melihatku tidak sebagai sahabat....

Sahabat .....
Bolehkah aku berharap bahwa aku dan dia akan benar - benar bersahabat selamanya?
Tanpa terlintas bahwa aku memiliki rasa yang lebih padanya?
Bolehkah aku berharap dia selalu disisiku sebagai sahabat?

My bestfriend....

Jumat, 20 Juni 2014

Rain ......


Terkadang, hujan terlihat sangat indah karena suara rintik airnya saat menyentuh tanah terdengar bagaikan alunan musik yang indah. Namun, hujan juga bisa membuat kita kesal karna menghambat hal yang kita lakukan.

Hujan......
Aku sangat senang saat hujan itu datang. Aroma hujan saat menyentuh tanah, suara rintik air hujan, bahkan angin yang kadang mengikuti hujan.
Berdiri dibawah hujan adalah hal yang selalu membuatku senang, karena dengan dibawah hujan aku bisa merasakan air langsung dari langit. Meski terasa dingin namun rasanya hujan mampu menghapus masalah yang ada.

Saat dibawah hujan, aku bisa menangis tanpa ada yang melihat. Bahkan aku bisa tersenyum bahagia dibawah hujan tanpa ada yang menyadari, termasuk "dia". Yaa, "dia" seseorang yang sangat berarti untukku, seseorang yang selalu ku sayangi, ku kagumi dan "dia" adalah motivasi dalam hidupku. Aku selalu berharap bahwa aku dan dia bisa berdiri dibawah hujan, menikmati tetesan air mata langit bersama, hanya kita berdua tidak ada yang lain. Dan saat itu akhirnya datang, beberapa hari lalu aku menerjang hujan bersamanya, orang yang ku sayangi. Aku teramat bahagia saat itu, saat hujan membasahi kita, saat hujan menyentuh kulit kita. Aku selalu tersenyum saat itu, saat didekatnya. Namun, entah dia merasa bahagia atau tidak. Aku harap dia juga merasakan hal yang sama denganku.

Sungguh hari itu teramat menyenangkan, melalui hujan berdua dengan orang yang paling ku sayangi, merasakan tetesan air mata langit itu berdua dengannya. Bolehkah aku berharap jika suatu hari nanti aku dan dia bisa berdiri dibawah hujan bersama lagi? Bolehkah aku berharap nantinya kita akan berpegangan tangan saat menikmati hujan itu? Bolehkah?